Rabu, 06 Januari 2016

Upaya Rumah Sakit



UPAYA MENJADI 
RUMAH SAKIT
BERLAYANA
N PRIMA
Agar dapat memberikan layan berkualitas dan kebih menjaga keamanan pasien , Eka Hospital sejak awal berdiri langsung melengkapi diri dengan system informasi untuk rumah sakit yang terintergrasi . bagaimana penerapannya dan manfaatnya ?
A.Mohammad B.S.
M
 

 Engelola rumah sakit (RS) bukan sekedar mengurus staf medis dan pasiennya. Komplesitas bisnisnya tak kalah dibandingkan bisnis dibidang lain .bahkan , mungkin lebih kompleks karena terkait keselamatan jiwa sang pasien, serta aspek ketika dan  moral yang  menyertainya. Maka, pemimpin rs yang berpikiran maju akan mengelola bisnisnya secara sitematis , terutama dengan pemanfaatan system informasi untuk RS (Hospital InformationSytem/HIS). 
            Salah satu contohnya adalah EkaHospital. menurut penjelasan Hasan Widjaja,Direktur Operasional Eka Hospital, ketika mulai beroperasi pada Agustus 2008 , kedua rumah sakit Eka Hospital – dikawasan Bumi SerpongDamai, Tangerang, Banten, dan di Jl. Soekarno-Hatta, Pekanbaru, Riau-sudah mengadopsi praktik e-health dengan mengimplementasikan HIS  secara terintergrasi. Dikatakan Hasan, sebelum beroprasi pihaknya mempersiapkan TI pendukungkannya, dengan melakukanbenchmarking dan pencarian solusi yang tepat .HIS yang diimplementasikan Eka Hospital diperoleh dari vendor bernama Novatara dariSingapura.
Dalam waktu setahun , sistem tersebut sudahgo live.
            HIS sebenarnya bukanlah solusi yang sifatnya menyeluruh dari back-end ke front-endseperti halnya solusi Enterprise ResourcePlanning (ERP) yang biasa digunakan perusahaan non rumah-sakit . pasalnya, masih ada jumlah aplikasi lain , seperti LaboratyInformation Sytem (LIS), Radiology InformationSystem (RIS), dan Picture ArchivingCommunication  System (PACS). Termasuk sistem back-end (operasional dan administrasi bisnis) yang tidak masuk dalam paket HIS yang ditawarkan vendor berbeda. Adapun untuk sistem back-end (mencangkup finance, material management untuk purchasing, dan HR), menggunakan SAP. Kendati begitu, berbagai aplikasi tersebut sudah saling terhubung (terintergrasi), dengan menggunakan interface.
            Hasan mengatakan, secara garis besar HIS mencangkup tiga aplikasi besar. Pertama,Layanan Administrasi (fronline services), yang mencangkup pendaftaran, kasir, perjanjian , dan sebagainya. Kedua, Layanan Medis (clinical service), yang mencangkup order  obat , order lab, rekam medis, dan sebagainya.KetigaReporting




TEKNOLOGI INFORMASI



berupa laporan hasil kegiatan-kegiatan tersebut. “Umumnya,HIS yang sudah berjalan dirumah sakit-rumah sakit yang ada di Indonesia mencangkup aplikasi administrasi dan reporting. Sedangkan di  Eka Hospital sudah mencangkup semuanya. Hasil medical record pun dapat diketahui secara online dan real-time,” ujar Hasan dengan bangga.
    Dengan menerapkan system informasi manajemen rumah sakit tersebut, alur kerja di Eka Hospital diklaimnya lebih efisien dan teratur secara sistematis.dan pastinya mengurangi pemggunaan kertas. Jangan heran,die ka hospital tidak akan dijumpai petugas rekam medis yang biasnya pagi-pagi,sebelum polikelinik buka,membawa kereta dorong berisikan rekam medis,yang akan diserahkan ke poliklinik tersebut. “di         Eka Hospital, semua rekam medis pasien sudah ada di system.sudahcomputerized. Dokter akan melakukan diagnosis dan sebagainya secara elektronik.” Kata Hasan.
     Jadi, ketika seorang pasien akan berobat ke Eka Hospital yang membuat janji- melalui telepon, Blackberry messenger, atau website. Pasien lama hanya perlu rekonfimasi, karena datanya sudah tercatat. Ketika medaftar, pasien mesti mengisi data dan menyerahkan fotocopy identitas (KTP) nantinya ,data tersebut akan langsung masuk ke aplikasiappointment lalu dikirim ke nurse stationyang akan mengeluarkan nomer urut antrian bagi pasien. Bagi pasien rawat jalan,mereka bisa mengetahui siapa dokternya dan apakah sang dokter sudah hadir atau belum, cukup diruang pendaftran depan.
     Data dari aplikasi appointment itu juga langsung terhubung ke aplikasi dokter, sehingga dokter bisa tahu siapa saja pasiennya. Jika pasien itu pernah berobat ke Eka Hospital,ada riwayat kesehatan yang akan dibaca dulu oleh dokternya.
     Keluhan pasien,penyakit,hingga obat yang akan diberikan,semua di-input dokter kedalam system-tidak lagi ditulis di secarik kertas. Jika pasien itu memerlukan pemeriksaan lab atau radiology dokter langsung mengentry data lab dan radiology di system. Dengan begitu,ketika pasien itu ke unit lab atau radiology, tidak perlu lagi membawa kertaa hasil pemeriksaan dokter. Sebab, disana susah ada data apa saja yang mesti diperiksa misalnya MRI dan CTscan. Setelah senua diperiksa, dokter pun bisa melihat hasilnya di sistem. “hasil pemeriksaan tersebut tidak terpecah-pecah, tetapi terkonsolidasi di system. Hasil itu langsung terhubung pula ke system pembayaran,” kata Hasan. Jadi, begitu pasien membayar, datanya terkirim ke system back-end untuk diproses di aplikasi keuangan.
     Menurut hasan, rekam data pasien yang menggunakan  electronic medical record (EMR), yang diterapkan di Eka Hospital itu tentunya di harapakan dapat mengurangi kesalahan manusia.(Human errors)  dalam pelayanan kepada pasien (patient safety) disamping itu, memungkinkan pula pemberian layanan kesehatan yang lebih cepat. EMR berisikan data base pasien dan system order elektronik (electronic ordering system)  yang tersentralisasi. Lewat EMR bisa, diketahui sebagai kondisi drugs interaction. Jika seorang pasien eka hospital, misalnya, alergi pada paracetamol, dan suatu saat datanng lagi berobat bertemu dokter berbeda lau memberikan paracetamol, sitem akan secara otomatis memberikan drugs alert bahwa pasien ini alergi dengan paracetamol.
     Bila tanpa EMR, mungkin saja dokter memberikan resep yang tak terbaca dengan baik oleh pihak farmasi / apotek. Dengan EMR , pihak farmasi tidak perlu membaca lagi dan mudah meniterpretasikan resep yang di ketik berikut takaran obat yang diminta dokter.
     Tak hanya itu, mengingat kedua ruma sakit eka hospital sudah terhubung secar online, transfer rekam medis pasien antar cabang RS ini dapat dilakukan  secara online dan real-time. Misalnya, orang yang pernah menjadi pasien eka hospital pekanbaru sedang berkunjung ke Jakarta dan kebetulan sakit, lalu datang ke eka hospital BSD, maka ia tidak perlu membawa berbagai catatan medis untuk diberikan kepad dokter. Sebab, data rekam medisnya dapat di lihat die ka hospital BSD.
     Sebagai layanan tambahan, saat ini eka hospital juga memili layanan emedical consul dan layanan telemedicine, bekerja sama dengan mayo klinik , Amerika serikat, selain itu, Eka Hospital juga mengembangkan pusat layanan terpadu (center of excellence). Tak mengherankan, hanya dalam waktut dua tahun beroperasi persisnya 11 Desember 2010, Eka Hospital BSD mendapatkan akredirasi internasional yang di terbutkan oleh joint commission internasional sebagai badan resmi dunia untuk standardisasi rumah sakit internasional.
     Kendati begitu,diakui hasan, proses penerapan HIS tidak segampang membalikan telapak tangan. Kesulitan terutama ketika memperkenalkan solusi tersebut kepada para dokter. Jadi, tantangannya dalam hal change maangament, bagaimana mengubah kultur kerja para dokter yang terbiasa berbasis kertas menjadi terbiasa mengetim di computer. “yang tersulit adalah membuat para dokter menggunakan komputer karena bagi mereka lebih mudah dan praktis menulis di kertas. Terutama,mereka yang berasal dari RS lain.yang sebelumnya terbiasa bekerja secara manual,” ungkapnya seraya tersenyum.
     Secara keseluruhan jumlah dokter di Eka Hospital sekitar du aratus orang (termasuk dokter spesialis). Dari jumlah itu , 80 % merupakan dokter full time atau dokter yang hanya bekerja di Eka Hospital. Adapun sisanya merupkan dokter paruh waktu yang juga bekerja di RS lain
Sejak awal rekrutmen, para dokter ini sebenarnya sudah diminta menggunakan komputer. Namun, tentu saja tidak semua dokter dapat langsung klop dengan system baru tersebut. Apalagi, dokter-dokter senior (sepuh) yang umunya kurang dekat dengan teknologi. “ini bukan masalah penolakan tetapi lebih kepada kebiasaan,” ungkap Hasan. Ia menceritakan,ada dokter yang bilang, “Saya kalo ngetik lama loh,sebab selama ini saya tidak pernah pakai komputer,” ujar Hasan menirukan. Lalu, seperti apa solusinya?
     Menurutnya, pihaknya tak bisa memaksa. “ kami tidak bisa bilang pada dokter,” dok,ini kami punya satu system baru. Dokter harus pakai ya. Nanti kami ajarkan.” Ungkapknya. Pihaknya lebih memilih bagaimana merangkul dan menjadikan mereka sebagai mitra dengan menjukan bahwa system ini bermanfaat dan sangat membantu pekerjaan mereka.
Sebelum praktik, terlebih dulu kepada dokter ini diberikan pelatihan dan pendampingan tentang cara penggunaan system EMR. Tak hanya itu, berdasarkan masukan dari para doker, tim TI Eka Hospital pun memfasilitasi mereka agar lebih mudah dan cepat dalam bekerja. Misalnya, dengan membuat berbagaitemplate, yang tinggal diisi.
     Ke depan, beberapa rencana pemgembangan TI yang akan dilakukan di Eka Hospital pada dasarnya lebih kepada upaya peningkatan kulaitas layanan kepada pasien. “misinya adalah bagaimana meningkatkan customer services danoutcome yang berkualitas,”ujar Hasan.




SURVEI GAJI 2015:
ANTARA MENGELOLA PENGELUARAN DAN MEMIKAT PARA TALENTA
Meski kondisi ekonomi relative sulit dalam dua tahun terakhir, ternyata umumnya perusahaan tetap memberikan kenaikan gaji pokok kepada karyawannya. Bagaimana dengan komponen gaji lainnya? Lalu, apa yang mereka lakukan agar tetap menarik di mata talenta?
A.Mohammad B.S
REPOSTASE: ARIE LILIYAH, HERNING BANIRESTU , SYUKRON ALI, TIFFANY DIAHNISA
RISET: ASWIN


S
ejak 2014, kondisi ekonomi sedang tidak bersahabat : secara global terjadi perlambatan ekonomi. Penyebabnya dari krisis ekonomi yunani hingga kebijakan devaluasi yuan oleh Pemerintah China. Indonesia pun tak terkecuali, ikut terpapar lesunya perekonomian global. Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II/2015 sebesar 4,67%, atau melambat dari realisasi kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,72%. Hingga semester 1, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,7% turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar 5,17%.
Kondisi tersebutdiperkirakan bedampak langsung pada kinerja dunia usaha. Banyak perusahaan yang melakukan pengetatan anggaran operasional, bahkan pemecatan karyawan (PHK). Apakah kndisi itu berdampak terhadap kebijakan system remunerasi (penggajian) yang diterapkan perusahaan? Lalu, bagaimna pula dengan upaya memperthankan talenta terbaik yang dimilikinya?
Sebagian jawabannya tergambar dari hasil Survei Gaji 2015 yang dilakukan oleh Mercer Talent Consulting &Information Solution perusahaan konsultan SDM global yang menjadi mitra SWA.
Survey ini dilakukan terhadap 149 perusahaan, yang berasal dari berbagai industry, yakni perlengkpan transportasi (5%), produk consumer (18%), energy (5%), high tech (18%), asuransi (1%), life science (11%), pertambangan&logam (7%), other durable goods manufacturing (13%), other nondurable goods manufacturing (6%), other non- manufacturing(11%), retail&wholesale (2%).

Nomor             : ……..
Lampiran         : ……..
Perihal             : Penawaran Jasa Cleaning Service

KepadaYth
PT. Rajawali Motor
Jl.Kedoya Selatan no 26
Jakarta Barat
02175578975
Sugiono Ahmadi
Direktur Utama

Dengan hormat
Kami PT Esa Perkasa adalah Perusahaan jasa kebersihan (Cleaning service) yang telah beroperasi sejak tahun 2000. Dengan dukungan tenaga-tenaga kebersihan yang terampil, cakap dan berpengalaman, serta ditunjang dengan berbagai peralatan kerja yang lengkap, menjadikan kami senantiasa menjadi rujukan untuk bekerja sama oleh perusahaan di wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya, serta mereka menyatakan puas dengan pelayanan kebersihan yang kami lakukan.
Apabila perusahaan Bapak membutuhkanjasa kebersihan, Bapak dapat menghubungi kami, dan kami akan dengan senang hati akan segeramengirimkan tenaga-tenaga kebersihan kami yang terampil, cakap, serta berpengalaman tersebut untuk merawat dan menjaga kebersihan di lokasi kerja perusahaan Bapak.
Kepuasan pelanggan merupakan tujuan kami bekerja dan kami akan buktikan semua itu jika Bapak berkenan mempercayakan perawatan kebersihan lokasikerja perusahaan Bapak kepada kami.
Demikian surat penawaran ini kami ajukan. Sungguh merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami jikaBapak berkenan mempertimbangkan serta menanggapi penawaran ini.
Atas segala perhatian yang Bapak berikan, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami

Chanifa amalia
Direktur marketing

Headline

 Xiaomi mendapatkan momen penjualan paling fantastis di Indonesia. Ponsel buatan Tiongkok yang sedang happening di negara nya itu berhasil terjual 15.000 unit dalam waktu 10 menit.
Merek Xiaomi dijual melalui situs online Lazada. Melalui cara penjualan flash sale, dimana pembelinya hanya diberi waktu singkat untuk melakukan pembelian, maka banjir pembelian pun terjadi. Tentu saja penjualan yang habis dalam waktu 10 menit tersebut bisa dilakukan lewat online. Ini berbeda dengan rekor-rekor penjualan ponsel sebelumnya seperti nexian maupun blackbaerry yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk habis karena ada antrean di toko.
Menjadi salah satu pemilik merk ponsel yang pertama seperti menjadi gengsi bagi konsumen apalagi launching ponsel selalu disertai diskon "gila-gilaan". Namun, ambisi ini makin termanjakan dengan adanya internet. Konsumen mudah mencari-cari di internet dan kemudian membeli melalui sentuhan jari saja.
Kedekatan konsumen dengan dunia online menjadi satu ciri saja perilaku konsumen yang terlihat berbeda akhir-akhir ini. Pertumbuhan internet di Indonesia yang semakin dahsyat memang menciptaklan konsumen yang mulai memilih belanja online sebagai salah satu cara berbelanja. selain itu juga ada beberapa perubahan perilaku yang mewarnai konsumen Indonesia, sehingga para marketer pun perlu mewaspadai perubahan ini dengan baik.
Apa sebenarnya yang melatar belakangi perubahan perilaku? 10 tahun yang lalu, Handi Irawan pernah meluncurkan buku tentang 10 perilaku konsumen Indonesia. seperti di prediksi oleh handi irawan, beberapa perilaku dalam buku tersebut akan mengalami perubahan di masa mendatang. jika dahulu konsumen indonesia tidak sadar lingkungan dan tidak peduli lingkungan, maka pada masa sekarang konsumen sudah mulai memilih makanan yang sehat dan memperhatikan lingkungan dalam memilih produk.
Perubahan demografi adalah salah satu pendorong terjadinya perubahan perilaku konsumen di indonesia. dalam sepuluh tahun trakhir ini terjadi perubahan demografi di indonesia. semakin meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat indonesia menciptakan masyarakat baru di indonesia, seperti kelas menengah yang semakin besar, meningkatnya kelompok-kelompok produktif dan berkurangnya tingkat kelahiran.
pendapatan masyarakat yang semakin besar di suatu titik memang terlihat baik. namun disisi lain semakin tingginya kemakmuran masyarakat disebuah negara menciptakan berbagai penyakit baru. bila pada saat negara masih miskin,penyakit-penyakit seperti cacar dan muntaber menjadi penyakit yang dominan.namun saat negara makin makmur,penyakit-penyakit modern menjadi dominan seperti struk,jantung,kanker,aids,dll. jangan heran jika anda akan menemukan jenis-jenis penyakit baru yang akan mendatang.
selain demografi,perubahan teknologi juga menjadi penyebab terjadinya perubahan prilaku konsumen. yang banyak terlihat adalah masuknya internet dalam keseharian konsumen.kini konsumen merasa tidak bisa hidup tanpa bantuan internet.konsume juga semakin percaya bahwa internet menjadi saluran komunikasi dan distribusi bagi produk-produk yang mereka inginkan. sebetulnya internet tidak hanya menjadi satu-satunya perubahan teknologi yang muncul dimasyarakat teknologi seperti biotechnology dan medical technology dan membuat konsumen semakin percaya terhadap teknologi yang mengatur dan membantu dikehidupan mereka.
faktor lain yang akan mengubah perilaku konsumen adalah masalah lingkungan. kerusakan lingkungan yang semakin parah, isu global warming, dan sulitnya mendapat sumber daya alam perlahan akan membuat konsumen semakin sadar lingkungan. harus diakui, perhatian konsumen diindonesia, terhadap lingkungan masih sekarang masih terbilang minim. namun, adanya tekanan dan polici dari pemerintah serta keadaan lingkungan yang dirasakan akan memaksa konsumen untuk sadar terhadap lingkungan. salah satu masalah yang dihadapi konsumen adalah sampah yang semakin menumpuk. menejemen sampah akan menjadi masalah ditiap rumah tangga sehingga konsumen akan mulai berfikir untuk membeli produk-produk daur ulang dan tidak terbebani. salah satunya dilakukan juga dengan mengurangi konsumsi plastik dan material lain yang tidak langsung hancur oleh tanah.
Online consumer
konsumen baru di indonesia akan semakin menjadi konsumen online. para marketer nantinya tidak lagi melakukan segmentasi pasar secara tradisional, namun mereka harus berfikir bagaimana membagi konsumen mereka secara online. jika dulu belanja online didominasi oleh kelompok muda, kini kelompok 30 tahun keatas semakin banyak yang berbelanja online. itu artinya pasar onlinepun akan semakin besar akan marketer harus mulai berfikir memindahkan serbagian channel mereka ke online.
Connected consumers
konsumen baru akan selalu merasa terhubung dan ingin terhubung dengan orang lain. mereka selalu meminta rekomondasi dari orang lain ketika membeli produk atau merek. mereka juga terbiasa membagi sesuatu.connect dan share menjadi bagian dari kehidupan konsumen. oleh karenya mareketer tidak boleh melihat konsumen sebagai satu konsumen,tetapi merupakan satu jaringan yang terhubung dengan konsumen lain. termasuk juga adaptasi dengan budaya lain secara mudah dan cepat dapat dilakukan konsumen.
Long Term Consumers
konsumen baru diindonesia semakin berpikiran jangka panjang.internet membuat konsumen semakin terinformasi dengan baik akan hal-hal yang mungikin terjadi di masa depan. konsumen lebih bisa memprediksi sesuatu sehingga merasa membutuhkan persiapan jangka panjang. apalagi pendapatan konsumen indonesia semakin meningkat sehingga pengeluaran untuk  hal-hal yang bersifat jangka panjang bisa mereka lakukan. pertumbuhan pengguna ansuransi meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir ini menunjukan bahwa konsumen makin melihat jangka panjang.
Loping consumers
konsumen mudah berpindah-pindah dari satu hal ke hal lain. ini dikarenakan teknologi memudahkan mereka untuk melihat-lihat serta berpindah dari satu window ke window yang lain. akibatnya dalam keseharian mereka semakin sulit menjadi loyal, terbiasa multitasking, dan cenderung mencoba berbagai merk karena rekomendasi orang lain. lihat saja merk xiaomi yang tiba-tiba melejit dan banyak dibeli konsumen di indonesia. padahal sebelumnya kita tidak mengenal merk ini. dimasa mendatang akan timbul-tenggelam merk-merk baru, dan marketer harus mengantisipasi hal ini.
Health concious consumers
konsumen baru indonesia akan mempertimbangkan kesehatan sebagai salah satu faktor dalam memilih produk. berkembangnya outlet-outlet modern akan semakin mengakomodasi kebutuhan konsumen akan produk yang menyehatkan. sekalipun mungkin konsumen tidak paham benar soal kandungan produk yang sehat dan tidak, namun konsumen membutuhkan komunikasi soal "sehat" didalam produk yang akan mereka beli. dengan demam lari dan bersepeda juga menjadi contoh bahwa konsumen bahwa semakin sadar akan kesehatan.
Environmental friendly consumers
benarkah konsumen indonesia peduli lingkungan, banyak yang masih pesimistis soal ini. dalam hal ini, konsumen indonesia belum sampai tahap tidak membeli produk-produk yang tak ramah lingkungan, tetapi mereka akan mulai berpikir soal efisiensi dan penghematan sumber daya. misalnya, ketika membeli mobil, mereka akan berpikir soal bagaimana mengirit bahan bakar kendaraan. konsumen juga mulai memilih produk-produk yang hemat listrik dan makan dengan bungkusan yang pratis dan tidak menghabiskan tempat.   
UPAYA MENJADI RUMAH SAKIT BERLAYANAN PRIMA
           Agar dapat memberikan layanan berkualitas dan lebih menjaga keamanan pasien, Eka hospital sejak awal berdiri langsung melengkapi diri dengan system informasi untuk rumah sakit yang terintegrasi. Bagaimana penerapanya dan apa manfaatnya ?
A.Mohammad B.S


       Mengelola rumah sakit (RS) bukan sekedar mengurus staf medis dan pasiennya. Kompleksitas bisnisnya tak kalah dibandingkan bisnis di bidang lain. Bahkan, mungkin lebih kompleks karena terkait keselamatan jiwa sang pasien, serta aspek etika dan moaral yang menyertainya. Maka, pimpinan RS yang berpikiran maju akan mengelola bisnisnya secara sistematis, terutama dengan pemanfaatan Sistem Informasi untuk RS (Hospital information system/HIS).
     Salah satu contohnya adalah Eka hospital. Menurut penjelasan hasan widjaja, Direktur Operasional Eka Hospital, ketika memulai beroperasi pada Agustus 2008 kedua rumah sakit Eka Hospital – di kawasan bumi Serpong Damai, Tanggerang, Banten, dan di jl. Soekarno-Hatta Pekanbaru,Riau-sudah mengadopsi praktik e-health dengan meminplementasikan  HIS secara terintegrasi. Dikatakan Hasan, sebelum beroperasi pihaknya mempersiapkan TI pendukungnya, dengan melakukan benchmarking dan pencarian solusi yang tepat. HIS yang diimplementasikan Eka Hospital diperoleh dari vendor bernama Novatara dari Singapura. Dalam waktu setahun, system tersebut sudah go live.
     HIS sebenarnya bukanlah solusi yang sifatnya menyeluruh dari back-end ke front-end seperti halnya solusi Enterprise Resource Planning (ERP) yang biasanya digunakan perusahaan nonrumah-sakit. Pasalnya, masih ada sejumlah apilikasi lain, seperti Labotary Information System (LIS),  Radiology Information System (RIS), dan Picture Archiving Comunacation System (PACS), termasuk system back-end  (oprasional dan administrasi bisnis) yang tidak masuk dalam paket HIS yang ditawarkan vendor. Di Eka Hospital, aplikasi LIS dan RIS  menggunkan vendor berbeda. Adapun untuk system back-end ( mencakup  finance, material manjement  unuk purchasing  dan HR), menggunakan SAP. Kendati begitu,  berbagai aplikasi tersebut sudah slaing terhubung (terintegrasi), dengan menggunakan interface.
     Hasan mengatakan,secara garis besar HIS mencakup tiga aplikasi besar. Pertama,Pelayanan Administrasi (frontline service),yang mencangkup pendaftaran,kasir,perjanjian, dan sebagainya.kedua,layanan medis (clinical service),yang mencangkup order obat,order lab,rekam medis, dan sebagainya. Ketiga, Reporting, berupa laporan hasil kegiatan-kegiatan tersebut. “Umumnya,HIS yang sudah berjalan dirumah sakit-rumah sakit yang ada di Indonesia mencangkup aplikasi administrasi dan reporting. Sedangkan di   Eka Hospital sudah mencangkup semuanya. Hasil medical record pun dapat diketahui secara online dan real-time,” ujar Hasan dengan bangga.
     Dengan menerapkan system informasi manajemen rumah sakit tersebut, alur kerja di Eka Hospital diklaimnya lebih efisien dan teratur secara sistematis.dan pastinya mengurangi pemggunaan kertas. Jangan heran,die ka hospital tidak akan dijumpai petugas rekam medis yang biasnya pagi-pagi,sebelum polikelinik buka,membawa kereta dorong berisikan rekam medis,yang akan diserahkan ke poliklinik tersebut. “di         Eka Hospital, semua rekam medis pasien sudah ada di system.sudah computerized. Dokter akan melakukan diagnosis dan sebagainya secara elektronik.” Kata Hasan.
     Jadi, ketika seorang pasien akan berobat ke Eka Hospital yang membuat janji- melalui telepon, Blackberry messenger, atau website. Pasien lama hanya perlu rekonfimasi, karena datanya sudah tercatat. Ketika medaftar, pasien mesti mengisi data dan menyerahkan fotocopy identitas (KTP) nantinya ,data tersebut akan langsung masuk ke aplikasi appointment lalu dikirim ke nurse station yang akan mengeluarkan nomer urut antrian bagi pasien. Bagi pasien rawat jalan,mereka bisa mengetahui siapa dokternya dan apakah sang dokter sudah hadir atau belum, cukup diruang pendaftran depan.
     Data dari aplikasi appointment itu juga langsung terhubung ke aplikasi dokter, sehingga dokter bisa tahu siapa saja pasiennya. Jika pasien itu pernah berobat ke Eka Hospital,ada riwayat kesehatan yang akan dibaca dulu oleh dokternya.
     Keluhan pasien,penyakit,hingga obat yang akan diberikan,semua di-input dokter kedalam system-tidak lagi ditulis di secarik kertas. Jika pasien itu memerlukan pemeriksaan lab atau radiology dokter langsung mengentry data lab dan radiology di system. Dengan begitu,ketika pasien itu ke unit lab atau radiology, tidak perlu lagi membawa kertaa hasil pemeriksaan dokter. Sebab, disana susah ada data apa saja yang mesti diperiksa misalnya MRI dan CTscan. Setelah senua diperiksa, dokter pun bisa melihat hasilnya di sistem. “hasil pemeriksaan tersebut tidak terpecah-pecah, tetapi terkonsolidasi di system. Hasil itu langsung terhubung pula ke system pembayaran,” kata Hasan. Jadi, begitu pasien membayar, datanya terkirim ke system back-end untuk diproses di aplikasi keuangan.
     Menurut hasan, rekam data pasien yang menggunakan  electronic medical record  (EMR), yang diterapkan di Eka Hospital itu tentunya di harapakan dapat mengurangi kesalahan manusia.(Human errors)  dalam pelayanan kepada pasien (patient safety)  disamping itu, memungkinkan pula pemberian layanan kesehatan yang lebih cepat. EMR berisikan data base pasien dan system order elektronik (electronic ordering system)  yang tersentralisasi. Lewat EMR bisa, diketahui sebagai kondisi drugs interaction. Jika seorang pasien eka hospital, misalnya, alergi pada paracetamol, dan suatu saat datanng lagi berobat bertemu dokter berbeda lau memberikan paracetamol, sitem akan secara otomatis memberikan drugs alert bahwa pasien ini alergi dengan paracetamol.
     Bila tanpa EMR, mungkin saja dokter memberikan resep yang tak terbaca dengan baik oleh pihak farmasi / apotek. Dengan EMR , pihak farmasi tidak perlu membaca lagi dan mudah meniterpretasikan resep yang di ketik berikut takaran obat yang diminta dokter.
     Tak hanya itu, mengingat kedua ruma sakit eka hospital sudah terhubung secar online, transfer rekam medis pasien antar cabang RS ini dapat dilakukan  secara online dan real-time. Misalnya, orang yang pernah menjadi pasien eka hospital pekanbaru sedang berkunjung ke Jakarta dan kebetulan sakit, lalu datang ke eka hospital BSD, maka ia tidak perlu membawa berbagai catatan medis untuk diberikan kepad dokter. Sebab, data rekam medisnya dapat di lihat die ka hospital BSD.
     Sebagai layanan tambahan, saat ini eka hospital juga memili layanan emedical consul dan layanan telemedicine, bekerja sama dengan mayo klinik , Amerika serikat, selain itu, Eka Hospital juga mengembangkan pusat layanan terpadu (center of excellence). Tak mengherankan, hanya dalam waktut dua tahun beroperasi persisnya 11 Desember 2010, Eka Hospital BSD mendapatkan akredirasi internasional yang di terbutkan oleh joint commission internasional sebagai badan resmi dunia untuk standardisasi rumah sakit internasional.
     Kendati begitu,diakui hasan, proses penerapan HIS tidak segampang membalikan telapak tangan. Kesulitan terutama ketika memperkenalkan solusi tersebut kepada para dokter. Jadi, tantangannya dalam hal change maangament, bagaimana mengubah kultur kerja para dokter yang terbiasa berbasis kertas menjadi terbiasa mengetim di computer. “ yang tersulit adalah membuat para dokter menggunakan komputer karena bagi mereka lebih mudah dan praktis menulis di kertas. Terutama,mereka yang berasal dari RS lain.yang sebelumnya terbiasa bekerja secara manual,” ungkapnya seraya tersenyum.
     Secara keseluruhan jumlah dokter di Eka Hospital sekitar du aratus orang (termasuk dokter spesialis). Dari jumlah itu , 80 % merupakan dokter full time atau dokter yang hanya bekerja di Eka Hospital. Adapun sisanya merupkan dokter paruh waktu yang juga bekerja di RS lain
Sejak awal rekrutmen, para dokter ini sebenarnya sudah diminta menggunakan komputer. Namun, tentu saja tidak semua dokter dapat langsung klop dengan system baru tersebut. Apalagi, dokter-dokter senior (sepuh) yang umunya kurang dekat dengan teknologi \. “ini bukan masalah penolakan tetapi lebih kepada kebiasaan,” ungkap Hasan. Ia menceritakan,ada dokter yang bilang, “ saya kalo ngetik lama loh,sebab selama ini saya tidak pernah pakai komputer,” ujar Hasan menirukan. Lalu, seperti apa solusinya?
     Menurutnya, pihaknya tak bisa memaksa. “ kami tidak bisa bilang pada dokter,” dok,ini kami punya satu system baru. Dokter harus pakai ya. Nanti kami ajarkan.” Ungkapknya. Pihaknya lebih memilih bagaimana merangkul dan menjadikan mereka sebagai mitra dengan menjukan bahwa system ini bermanfaat dan sangat membantu pekerjaan mereka.
Sebelum praktik, terlebih dulu kepada dokter ini diberikan pelatihan dan pendampingan tentang cara penggunaan system EMR. Tak hanya itu, berdasarkan masukan dari para doker, tim TI Eka Hospital pun memfasilitasi mereka agar lebih mudah dan cepat dalam bekerja. Misalnya, dengan membuat berbagai template, yang tinggal diisi.
     Ke depan, beberapa rencana pemgembangan TI yang akan dilakukan di Eka Hospital pada dasarnya lebih kepada upaya peningkatan kulaitas layanan kepada pasien. “misinya adalah bagaimana meningkatkan customer services dan outcome yang berkualitas,”ujar Hasan.