SURVEI GAJI 2015:
ANTARA MENGELOLA PENGELUARAN DAN MEMIKAT PARA TALENTA
Meski kondisi ekonomi relative sulit dalam dua tahun terakhir, ternyata umumnya perusahaan tetap memberikan kenaikan gaji pokok kepada karyawannya. Bagaimana dengan komponen gaji lainnya? Lalu, apa yang mereka lakukan agar tetap menarik di mata talenta?
A.Mohammad B.S
REPOSTASE: ARIE LILIYAH, HERNING BANIRESTU , SYUKRON ALI, TIFFANY DIAHNISA
RISET: ASWIN
S
|
ejak 2014, kondisi ekonomi sedang tidak bersahabat : secara global terjadi perlambatan ekonomi. Penyebabnya dari krisis ekonomi yunani hingga kebijakan devaluasi yuan oleh Pemerintah China. Indonesia pun tak terkecuali, ikut terpapar lesunya perekonomian global. Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II/2015 sebesar 4,67%, atau melambat dari realisasi kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,72%. Hingga semester 1, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,7% turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar 5,17%.
Kondisi tersebutdiperkirakan bedampak langsung pada kinerja dunia usaha. Banyak perusahaan yang melakukan pengetatan anggaran operasional, bahkan pemecatan karyawan (PHK). Apakah kndisi itu berdampak terhadap kebijakan system remunerasi (penggajian) yang diterapkan perusahaan? Lalu, bagaimna pula dengan upaya memperthankan talenta terbaik yang dimilikinya?
Sebagian jawabannya tergambar dari hasil Survei Gaji 2015 yang dilakukan oleh Mercer Talent Consulting &Information Solution perusahaan konsultan SDM global yang menjadi mitra SWA.
Survey ini dilakukan terhadap 149 perusahaan, yang berasal dari berbagai industry, yakni perlengkpan transportasi (5%), produk consumer (18%), energy (5%), high tech (18%), asuransi (1%), life science (11%), pertambangan&logam (7%), other durable goods manufacturing (13%), other nondurable goods manufacturing (6%), other non- manufacturing(11%), retail&wholesale (2%).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar